Pencampakan-mu...
haruskah aku melamun di hari yang masih pagi
saat setetes embun masih menampakkan dirinya
selama musim masih belum bergulir
masih ada waktu tuk introspeksi
masih ada sejuta impian yang bisa terangkai dalam buku agenda
kenapa harus mencari yang tak mau menghampiri?
bukankah terlalu naif untuk menyiksa diri?
entah itu,
pencampakanmu adalah duri penghalang jalan yang musti
kubuang...
dalam lubangan yang dalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar